Pulau-Pulau Terluar Kurang Perhatian Pemerintah

29 Agustus 2009

Pemerintah dinilai kurang memerhatikan pulau-pulau terluar di Indonesia serta masyarakat yang tinggal di dalamnya. Akibatnya, masyarakat setempat lebih banyak berinteraksi dengan warga di negara yang terdekat dengan pulau. Hal itu akan mengancam klaim negara lain terhadap pulau-pulau terluar.

“Jangankan pulau terluar, 30 km dari Jakarta aja tidak diperhatikan. Sejengkal tanah pun harus dipertahankan dengan nyawa,” ungkap Penggiat Masyarakat Nusantara, Bondan Gunawan, dalam diskusi bertema “Menjaga Bumi dan Budaya Indonesia” yang diselenggarakan oleh Trijaya di Warung Daun Jakarta, Sabtu (29/8).

Baca entri selengkapnya »


Tiket KA Arus Balik Habis

24 Agustus 2009

Lebaran masih lama, namun pemesanan tiket kereta api eksekutif dan bisnis tujuan Jakarta dari Stasiun Besar Tegal, Jawa Tengah, untuk sehari setelah Lebaran atau H+1 hingga H+6 sudah habis dipesan.

Informasi yang diperoleh SCTV, Senin (24/8), tiket KA Eskekutif Argo Muria serta Kamandanu tujuan Jakarta telah habis sejak pertama dibuka 16 Agustus lalu. Kondisi serupa juga terjadi pada KA Bisnis Fajar Utama, Senja Utama, Sembrani, dan Gumarang. Sementara untuk KA Fajar Bisnis, tiket bahkan telah habis hingga H+7.
Baca entri selengkapnya »


Tari Pendet Juga Di Klaim Malaysia

24 Agustus 2009

Klaim Malaysia atas tari pendet yang dikenal sebagai budaya Bali kembali menambah panjang daftar klaim negara tetangga itu atas aset kekayaan budaya Indonesia.

Sikap Malaysia yang terus-terusan mengklaim budaya Indonesia dinilai karena tidak tegasnya Pemerintah Indonesia. Wakil Ketua Komisi Pertahanan DPR Yusron Ihza Mahendra mengatakan, kali ini pemerintah harus bersikap keras.

“DPR sangat menyesalkan sikap Malaysia yang lagi-lagi mencaplok kebudayaan Indonesia untuk kepentingan komersial. Sudah berulang kali terjadi. Kita lihat, hal semacam ini tidak layak dan tidak terpuji. Pemerintah perlu mengambil tindakan tegas,” ujar Yusron kepada wartawan, Senin (24/8) di Gedung DPR, Jakarta.

Sikap tegas itu bukan saja melalui nota diplomasi. Menurut Yusron, pemerintah bisa bersikap lebih keras dengan menarik Duta Besar Indonesia di Malaysia. “Atau sebaliknya, Dubes Malaysia di Indonesia disuruh pulang ke negaranya. Kalau tidak tegas, akan berulang terus sikap Malaysia ini,” kata dia.

Langkah politik terhadap persoalan ini dipandang akan lebih efektif dibandingkan menempuh langkah hukum. Jika pemerintah mampu bersikap tegas, menurut Yusron, Malaysia akan lebih menghormati Indonesia.

“Sebenarnya Malaysia tahu apa yang dilakukannya tidak berdasar. Hanya, pemerintah tidak tegas sehingga mereka berani. Dari sisi parlemen, kami akan mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas ke Malaysia,” ujar politisi Partai Bulan Bintang ini.

Dalam pekan ini, Komisi Pertahanan akan mengadakan rapat dengan jajaran Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan. Persoalan dengan Malaysia akan menjadi salah satu materi yang menjadi pembahasan.

Kebudayaan orang koq di klaim


Koran Bisa Berbicara

21 Agustus 2009

Koran ajaib Daily Prophet di dunia fiksi Harry Potter di mana gambarnya bergerak layaknya video tampaknya bakal segera terwujud di dunia nyata. Ini setelah sebuah iklan berwujud video bakal nongol di majalah Entertainment Weekly. Para pembaca yang membuka halaman di mana iklan stasiun televisi CBS itu berada, akan menjumpai layar kecil seukuran layar ponsel. Layar itu secara otomatis akan memainkan film pendek mengenai produk yang diiklankan, lengkap dengan suara. “Ini adalah bagian dari masa depan, sebuah cara untuk melibatkan konsumen dengan cara yang baru dan mengejutkan,” tukas George Schweitzer, Marketing President CBS.
Baca entri selengkapnya »


Merdeka…..!!!

18 Agustus 2009

bendera indonesia
Merdeka….!! Begitulah pekikan rakyat Indonesia pada setiap tanggal 17 Agustus. Ya, memang pada tanggal itulah, tepatnya tahun 1945 lahir republik tercinta kita ini yaitu Republik Indonesia. Pada saat itu Indonesia Memproklamirkan kemerdekaan dan lepas dari cengkraman para penjajah yang telah menghisap seluruh sumberdaya yang ada di bumi tercinta ini. Tidak hanya itu, rakyatpun mengalami penyiksaan yang tidak berperikemanusiaan selama beratus-ratus tahun oleh Belanda dan kemudian Jepang.

Mungkin diantara kita ada yang lupa dengan lirik lagu Hari Kemerdekaan, oleh karena itu untuk mengingatkan kembali saya cantumkan lirik lagu Hari Merdeka

Lagu : Hari Merdeka
Ciptaan : H. Mutahar

Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka

Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap setia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap setia
Membela negara kita


Tanaman yang Doyan Tikus

18 Agustus 2009

Tanaman pemakan TikusTanaman mematikan yang memangsa tikus ditemukan oleh ilmuwan Inggris. Tanaman pemangsa raksasa ini diyakini merupakan tumbuhan perdu pemakan daging terbesar yang mengeluarkan cairan berupa asam, mirip enzim dari mulut daun. Binatang yang terpeleset masuk ke lubang mulut ini bakal mati karena cairan ini.

Para ilmuwan yang dikelapai ahli botani bernama Stewart McPherson dan Alastair Robinson menelusuri Gunung Victoria di Filipina setelah mendengar dari para misionaris di tempat itu bahwa ada tikus dimangsa tanaman.
Baca entri selengkapnya »


Mengubah Sampah Menjadi Berkah

15 Agustus 2009

Tak selamanya sampah harus dibuang begitu saja. Dengan sentuhan kreatif, sampah plastik dapat dijadikan aneka produk bernilai ekonomis. Seperti yang dihasilkan Maria Septriana, ibu rumah tangga dari Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, baru-baru ini. Kegiatan tersebut bermula dari keprihatinan Maria tentang ratusan ton sampah plastik yang tiap hari menumpuk tanpa dapat diurai. Ia kemudian mengajak ibu-ibu di lingkungannya untuk mengumpulkan berbagai macam produk sampah plastik. Seperti bungkus minyak goreng, pewangi pakaian, sampo, dan kemasan sachet minuman.

Tak kurang dari 50 kilogram sampah tiap dua pekan berhasil diolah. Setelah dibersihkan, sampah-sampah plastik tersebut dibentuk menjadi aneka produk berharga, seperti bantal, tas plastik, dompet, dan berbagai macam produk lainnya. Produk tas dijual dari mulai Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu. Sementara dompet dihargai Rp 5 ribu. Selengkapnya simak dalam video berita berikut.


Bunaken Diusulkan Masuk World Natural Heritage

15 Agustus 2009

Taman Nasional Laut (TNL) Bunaken yang berada di perairan Manado, Sulawesi Utara (Sulut), telah diusulkan masuk World Natural Heritage karena memiliki keunikan tersendiri di dunia.

“Indonesia sementara berjuang di mata sejumlah negara di dunia, untuk mendukung TNL masuk World Natural Heritage,” kata Dirjen pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan Aji Sularso saat press breafing terkait Sail Bunaken di Manado.

Salah satu lembaga badan dunia, UNESCO, yang telah meninjau langsung ke TNL Bunaken di Kota Manado, sangat tertarik akan keindahan alam biota laut yang ada sehingga perlu diberikan penghargaan untuk ditetapkan menjadi World Natural Haritage.

Pergelaran Sail Bunaken yang diikuti puluhan kapal perang dan 165 kapal layar (yacht) berbagai negara akan menjadi momentun untuk terus mengenalkan kepada publik internasional tentang keindahan TNL Bunaken.

TNL Bunaken merupakan salah satu keindahan laut yang dimiliki Indonesia dan tidak dimiliki negara lain karena terdapat jutaan biota laut dan karang yang sangat indah.

TNL Bunaken telah diusulkan bersama dengan Komodo di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk masuk World Natural Heritage, dan itu masih harus melalui voting sejumlah negara yang ada.

Asisten II bidang Perekonomian Pemerintah Provinsi Sulut, Marietha Kuntag, mengatakan, pihaknya terus membenahi infrastruktur penunjang TNL Bunaken agar diharapkan masuk World Natural Heritage.

Segala kekurangan di TNL Bunaken, seperti infrastruktur dermaga dan fasilitas umum lainnya, akan terus dibenahi agar menjadi menarik untuk dikunjungi turis.


Ibrohim Dikubur di Pondok Rangon

12 Agustus 2009

Teroris yang tewas dalam penggerebekan di Temanggung akhir pekan lalu, Ibrohim, dipastikan tak akan dikubur di Kuningan, Jawa Barat. Kaki tangan gembong teroris asal Malaysia, Noordin M Top, ini akan dikubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur.

Kepastian mengenai lokasi penguburan ayah empat anak yang terakhir bekerja sebagai penata bunga di Hotel JW Marriott itu diperoleh dari Iskandar, yang adalah warga Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Rabu (12/8). Iskandar mendapatkan kepastian itu setelah menerima telepon dari Sucihani, istri Ibrohim yang saat ini sudah berada di Jakarta. Menurut Iskandar, penguburan akan dilakukan Kamis (13/8).

Seperti diberitakan sebelumnya, sempat ada wacana penolakan dari warga desa untuk pemakaman Ibrohim di Kuningan. Namun belakangan, Kepala Dusun Agus Sudiadi mengungkapkan bahwa tidak semua warga sepakat dengan wacana itu. Sebagian warga yang memiliki hubungan dekat dengan Ibrohim dan Suci bahkan menyatakan kesediaannya untuk membantu penguburan di Kuningan.
Baca entri selengkapnya »


Ibrohim, Tersangka Bom Mega Kuningan

12 Agustus 2009
Ibrohim

Ibrohim

Ibrahim alias Ibrohim alias Boim menurut data kepolisian ternyata bukan orang baru di jaringan Jamaah Islamiyah. Ibrohim telah direkrut menjadi anggota JI sejak tahun 2000. Boim bekerja di beberapa tempat sebelum akhirnya diterima bekerja di bagian penata bunga Chintya Florist yang ditempatkan di Hotel JW Marriott dan Rits Carlton.

Dalam keterangan pers di Rumah Sakit Polri, Rabu (12/8) terungkap, keterlibatan Ibrohim dalam serangan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton terekam kamera CCTV hotel. Ibrohim berperan aktif bukan hanya sebagai pemberi akses bagi eksekutor bom, namun juga sebagai pembawa, perencana, dan pengatur.
Baca entri selengkapnya »