Perpustakaan terbesar di dunia

Indonesia akan segera memiliki salah satu perpustakaan terbesar, termegah dan terindah di dunia. Pembangunanya sudah mulai dilaksanakan awal juni ini.

Awal tahun 2010 mendatang Universitas Indonesia berharap akan menyelesaikan pembangunan sebuah gedung Perpustakaan Pusat berlantai delapan yang berdiri megah menghadap suatu situ pada kawasan hijau dalam kampus UI di Depok. Luas seluruh bangunan mencapai 30.000 meter persegi diatas peruntukkan lahan seluas 2.5 hektar. Proyek dengan anggaran sekitar Rp 100 miliar ini merupakan pengembangan dari Perpustakaan Pusat yang dibangun sejak tahun 1986-1987 dengan dana dari pemerintah maupun partisipasi kalangan dunia industri.
Perpustakaan Pusat UI ini akan menghimpun 3 hingga 5 juta judul buku dan dapat menampung sejumlah 10.000 pengunjung dalam waktu bersamaan atau sekitar 20.000 orang per hari. Gedung perpustakaan dirancang dengan mengetengahkan konsep “sustainable building” dimana kebutuhan energi dengan menggunakan sumber energi terbarukan yakni energi matahari : solar energy.
Pengelolaan perpustakaan akan didukung sistem TIK : Teknologi Informasi dan Komunikasi mutakhir yang memungkinkan pengunjung memanfaatkan secara luas sumber informasi elektronik, seperti e-book dan e-journal. Sistem TIK ini pula menjadikannya memiliki akses luas ke berbagai pusat pengkajian dan perpustakaan lain. Gedung perpustakaan dilengkapi pula dengan sarana layaknya institusi ilmiah, yakni ruang baca serta silent room khusus bagi dosen dan mahasiswa yang tengah mengerjakan penulisan laporan penelitian atau karya ilmiah lain.

Atas segala kelebihan di atas maka civitas academica UI telah berancang-ancang seakan akan memiliki Perpustakaan Pusat baru yang dapat dibanggakan sebagai salah satu perpustakaan yang terbesar – termodern – dan sekaligus terindah di dunia. Lebih dari sekadar penerapan konsep “sustainable building” untuk bangunan gedung, maka dalam aktivitas sehari-hari kegiatan perpustakaan pun diarahkan untuk dapat sepenuhnya selaras dengan kaidah ramah lingkungan, yakni tidak diperkenankan penggunaan plastik, area bebas asap rokok, serta hemat listrik, air dan kertas.
Yang amat pantas dinantikan khalayak dengan hadirnya bangunan Perpustakaan Pusat UI yang rancangannya sedemikian megah justru sesungguhnya adalah pendayagunaan teknologi TIK dalam pengelolaan segala sumber daya informasi ilmu pengetahuan yang terhimpun dalam Perpustakaan Pusat UI serta setiap perpustakaan jurusan hingga seluruhnya saling terintegrasi sesuai rumusan Webometrics, mengingat posisi Universitas Indonesia hingga tahun 2009 masih cukup jauh tertinggal dalam peringkat “Webometrics 2009” ; yakni UI kini masih berperingkat : 15 diantara universitas top di kawasan Asia Tenggara. Tertinggal dengan skor yang terpaut jauh dengan ITB (peringkat 10) dan UGM ( peringkat 7). Dalam lingkup global ketiga perguruan tinggi dari Indonesia ini berkedudukan masing-masing :
UGM posisi 623 – ITB posisi 676 – UI : Universitas Indonesia peringkat 906.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s