Harga Minyak Naik, Dekati 70 Dollar AS

Harga minyak di perdagangan Asia pada hari Senin  (27/7) naik karena harapan para investor meningkat bahwa kemerosotan terburuk ekonomi global telah berakhir. “Terutama, hal itu lebih kuat dibanding perkiraan laba perusahaan AS yang telah memicu harapan bahwa ekonomi terbesar di dunia itu sembuh dari resesi, situasi yang dimulai akhir tahun lalu,” kata para analis.

Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah jenis light sweet, untuk pengiriman September naik 39 sen menjadi 68,44 dollar AS per barrel. Adapun minyak mentah Brent untuk pengiriman September menguat 38 sen ke level 70,70 dollar AS.

“Orang yang menyimpulkan bahwa Asia tampaknya telah berubah, sekarang juga menyimpulkan bahwa AS juga sedang menjalani pemulihan,” kata Tony Nunan, seorang manajer unit usaha minyak internasional berbasis di Tokyo, Mitsubishi Corp.

Di Asia, sebuah kenaikan tajam 7,9 persen pada pertumbuhan kuartal kedua dari ekonomi China telah memicu harapan bahwa kawasan ini mulai mengabaikan kemerosotan global yang dipimpin AS. Setelah Amerika Serikat, China adalah pengguna energi nomor dua di dunia.

Harga minyak mentah melonjak sekitar 10 dollar AS di New York dalam dua minggu terakhir, didorong kenaikan kuat laba perusahaan AS dan data ekonomi yang memberikan kesan Amerika Serikat dan ekonomi utama lainnya mulai pulih.

Phil Flynn dari PFG Best Research memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak itu tidak didukung oleh fundamental ekonomi. “Minyak telah mengabaikan bearish-nya fundamental pasokan dan permintaan sebagai dasar ekspektasi dari sebuah perbaikan ekonomi yang tampaknya menjadi sedikit lebih menyenangkan,” ujar Flynn.

“Setelah pop ini, harga minyak akan jatuh keras,” tambahnya.

Harga minyak di New York naik pada akhir pekan lalu, didukung oleh tingginya pertumbuhan optimisme bahwa resesi yang mendera ekonomi AS sembuh setelah serangkaian laporan pendapatan perusahaan menunjukkan hasil positif. Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah light sweet untuk September, naik 89 sen ditutup pada 68,05 dollar AS per barrel.

Di London,  minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan September meningkat 1,07 dollar AS menjadi mantap pada 70,32 dollar AS per barrel.

Peningkatan tajam harga ini “didukung oleh sentimen positif ekonomi,” dan harapan agar tren kenaikan terus berlanjut. Hal itu dikatakan Sen Amrita dari Barclays Capital.  Sekalipun euforia sedikit melembut, harga minyak menguat. “Naiknya harga saham memberikan kesan tingginya agregat produksi yang berarti meningkatnya permintaan energi,” kata Mike Fitzpatrick dari MF Global.

“Momentum kenaikan jangka pendek masih tampak cukup kuat, kecuali tanda-tanda pertumbuhan berkelanjutan segera muncul, yang dapat menyia-nyiakan momentum agak cepat,” tambahnya.

Pasar minyak mendapat dukungan membanjirnya laporan penghasilan korporasi AS dan data ekonomi yang tidak seburuk yang dikhawatirkan karena konsumen energi terbesar di dunia itu sedang berjuang mengatasi resesi.

Sumber : Kompas.com

One response to “Harga Minyak Naik, Dekati 70 Dollar AS

  1. Buktikan IndonesiaMu
    aio dukung Pulau Komodo sebagai new7wonders
    klik disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s